Giliran sahabatku yang mendapatkan kata sakti dari tuanku yang dipertuan agung kemarin,,,
Dan aku tahu rasanya. Sedih, sebel, juengkel, sakit hati. Sampai kata-kata kutukan terdahsyat bisa saja keluar dari mulut kita untuk melawan kata sakti yang keluar dari mulutnya itu! Tapi kalau itu terjadi, apa bedanya kita dengan dia?
Kita bukanlah dia, kita ingin berbeda darinya, kita tak ingin jadi sepertinya. Semoga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar